We love each other, we respect each other and we wish to be happy ever after

23 Februari 2013

Proses Kelahiran Alysa

Mengingat-ingat proses melahirkan, sepertinya masih menyisakan sedikit bayangan sakitnya. Pokoknya kalo ada yang bilang melahirkan itu ga sakit.. itu Bohong!! yah maklumlah saya melahirkan tidak melalui operasi caesar, karena prosesnya pure normal dan tidak melalui ILA (Intrathecal Labour Analgesia) juga. Buat yang parno karena takut melahirkan sakit dan tetap ingin melahirkan dengan normal, konon katanya dengan teknik ILA dapat mengurangi rasa sakit atau nyeri karena kontraksi biasanya menjadi sangat menyakitkan pada saat dilatasi serviks 3-4cm dan intensitas nyeri semakin meningkat seiring dengan bertambahnya dilatasi serviks, intinya semakin banyak jumlah pembukaan maka tingkat nyeri-nya semakin menjadi. Jadi Persalinan tanpa rasa nyeri (ILA) tersebut dilakukan oleh Dokter Anastesi dengan menyuntikkan obat ke dalam cairan saraf tulang belakang. Cairan inilah yang menghilangkan rasa sakit. Obat ini hanya bekerja pada satu saraf, sehingga tidak terserap kepembuluh darah dan masuk kedalam tubuh janin. 

Teknologi kedokteran semakin hari memang semakin baju dengan ditemukannya penemuan dan teknik2 yang baru, misalnya saja ILA tersebut, namun pilihan saya tetap melahirkan normal tanpa ILA. Disamping karena lebih murah, saya juga penasaran seperti apa rasanya mules dan sakitnya melahirkan.. *gaya pisan*

Sebelum nyeri pertama berasa, aktivitas saya sejak 2 hari sebelum kelahiran Baby Alysa memang rada over juga. Mungkin bisa dikatakan si dede cepet lahir karena saya kecapekan juga kali ya.

Sabtu, 5 Januari 2013
06.00-06.45
Jalan-jalan pagi bersama suami dan ibu saya (ibu saya udah standby di rumah karena sudah mendekati HPL saya, Thanks to my mom, semoga saya bisa menjadi ibu sepertimu, amin). Konon katanya biar cepat lahiran kita harus rajin jalan-jalan pagi, kalo kata orang jawa dulu mah, suruh ngepel sambil jongkok. Tapi saya mah ga praktekin ngepel sambil jongkok-jongkok,, hehehe... Dokter Diah menyarankan agar rutin olahraganya, misal: jalan cepat.

08.00-09.30
Menghadiri akad nikah dan resepsi teman saya di Gedung Sasana Pakarti, Duren Tiga.

10.00-14.00
Belanja keperluan bayi, di ITC Ambasador.  Dan ini niy, berjam-jam jalan puter-puter dari toko satu ke toko yang lain. Herannya ya, kalo beneran olahraga kok kerasa capenya tapi kalo sambil shopping udah berjam-jam pun ngga berasa. Hahaha.. Padahal saat itu lagi bawa perut gede, hahaha mungkin sayanya memang ga yang berasa cape, tapi yang di dalem perut berasa kali ya :p (Maafin bunda ya nak)

19.00 - 21.30
Maen ke rumah mertua.

Minggu, 6 Januari 2013
13.00 - 16.00
Belanja ke Carrefour Lebak Bulus, niatnya cari sembako untuk tasyakuran aqiqahan nanti, tapi malah dapetnya barang elektronik. Hahaha dasar si Ayah.

20.40.
Waktu sholat isya pada posisi ruku' terasa sakit, dan tanpa sadar mengeluarkan cairan. Akhirnya terpaksa saya hentikan sholat dan lari ke toilet, saya curiga masa siy pipis gak ketahan gitu, tapi ternyata cairan tsb terus mengalir dan gak bisa ditahan. Saya menduga itu adalah air ketuban, *Saya pernah baca, kalau saat hamil sudah mengeluarkan air ketuban, maka itu tanda darurat, kunjungi dokter segera*. Dengan panik, saya dan suami berkemas plus menambahkan barang2 tambahan pada tas yang sudah dipersiapkan sejak usia kandungan 35 minggu dan sudah ditaruh di mobil sejak saat itu.

21.10 - 00.00
On the way ke KMC, berhubung jarak dari rumah ke KMC ga begitu jauh, dan alhamdulillahnya malam itu Jalan TB.Simatupang ga macet, jadi perjalanan kami lancar. Sampai di KMC, langsung menuju lantai 2, terus diminta mbak-mbak suster/bidannya masuk ke ruang observasi. Di ruang observasi untuk menahan laju ketuban yang terus mengalir, saya diposisikan dalam posisi berbaring dan bagian bawah bednya (pada kaki saya) lebih tinggi dari pinggang. Perawat-perawat terus mengecek kondisi saya, dan dilakukan juga CTG pada bayi saya. Saat itu sejak kedatangan hingga pukul 00 dini hari masih aja pembukaan satu dan air ketuban ga bisa berhenti ngalir, akhirnya diputuskan langkah untuk diinduksi. Pengisian form dan kelengkapan administrasi pun dilakukan saat itu. Alhamdulillah si Ayah Alysa ada disamping saya terus, jadi ya support dari suami tuh sangat sangat diperlukan dalam kondisi seperti itu. Ohya saya lupa, saya saat itu juga disuntikan antibiotik yang dibawah kulit dan itu panas nya luar biasa... jadi katanya karena ketuban sudah pecah duluan, otomatis jalan ke janin itu sudah terbuka, naah hal tsb berpotensi pada masuknya bakteri kepada janin, jadi pencegahan atau antisipasinya dengan antibiotik tadi. Jam OO dini hari diinduksi.

00.30 - 05.00
Saya Ga bisa tidurrr... kontraksi berasa dalam hitungan singkat, antara lima hingga sepuluh menit,, sakitnya? luaaar biaasaaa.... Dan yang membuat saya terpikirkan *apa caesar aja ya?* karena jam 5 subuh masih bukaan 3 dan kondisi saya sudah drop saat itu. Drop karena belom makan malam ditambah apa yang ada diperut dikeluarin semua saat muntah,, dini hari muntah sebanyak 2 hingga 3 kali... (ga ngerti karena apa). 

05.30 - 08.30
Pembukaan berangsur cepat... (alhamdulillah)... terima kasih ya Allah... karena saat itu sempet berpasrah juga.. 

09.15
Setelah bidan yang menangani saya sudah memperbolehkan mengejan dan dokter Diah sudah datang, proses kelahiran Alysa pun alhamdulillah lancar. Walaupun tidak hanya sekali mengejan terus keluar *alias berkali-kali*, tapi saya sangat bersyukur pada Allah swt, saya dapat secara normal melahirkan putri kecil kami tercinta Alysa Bella Syakira.




14 Februari 2013

Cerita Kehamilan dan Trip Gonta Ganti DSOG


Sebenernya bukan maksud atau niatan gonta ganti DSOG/Obgyn waktu kontrol bulanan saat hamil baby Alysa, tapi karena situasi dan keadaan yang mendesak pada akhirnya kontrol dengan beda-beda Obgyn. Walaupun pada dasarnya preference saya tetep sama dr. Diah Sartika Sari, SPOG.

Trip kontrol bulanan saat hamil baby Alysa :
 1. Bulan pertama (4 w) dengan dr.Ridwan, SpOG di Kemang Medical Care (KMC).
Problem saat kontrol: awal kehamilan saya sempet khawatir karena sempet kram perut bawah, karena takut bleeding jadi buru2 ke Obgyn dan bertemulah saya dan suami dengan dokter Ridwan.
Kesan: sama seperti yang sering digembar-gemborkan di forum bumil, ya memang siy nih dokter       kesannya bersih banget, good looking, menanggapi pertanyaan dengan jawaban detail (walaupun saat itu saya masih blank "mau nanya apa ya"), RUM (rational use medecine).
Vitamin: Folavit dan Duphaston.

2. Bulan kedua yaitu di bulan Juni 2012 kontrol dengan dr. Rudiyanti, SpOG di KMC juga.
Kesan : hmmm... dokternya cantik, penjelasan jelas, ohya waktu itu saya sempat menanyakan tentang perlu tidaknya saya mengulang suntik TT, dan karena terakhir saya suntik masih di tahun yang sama, dan beliau menanyakan mau lahirannya dimana?" kalo lahiran di RumahSakit (bukan di dukun) ga perlu suntik TT lagi karena sudah seharusnya RS menggunakan alat2 yang steril *masa iyah hari gini di dukun beranak, udah susah juga kali carinya* :))
Trus saya menanyakan, perlu tidaknya periksa TORCH di awal kehamilan saya (karena pra nikah saya tidak periksa) dan beliau menjawab, "silahkan, itu lebih baik".
Tapi setelah saya gali-gali info, baca2, ketika tidak ada yang mengindikasikan terjangkit TORCH (misal tidak pelihara kucing, lingkungan bersih, dll), ya untuk apa buang2 duit karena biaya tesnya aja hampiir 2 jeti, hahaha *emak-emak ngirit*
Vitamin : Folavit digantikan dengan Folamil Genio (sama2 asam folat, tapi kandungan di Folamil Genio lebih lengkap), dan Cavit D3.

3. dr. Kartiwa H. Nuryanto, SpOG di KMC.
Masih di bulan Juni juga, biasa bumil panik karena batuk ga sembuh2 selama lebih seminggu bawaannya khawatir dedenya kenapa-napa, jadilah ke KMC dan bertemu dengan dokter Kartiwa.
Kesan : dokternya orang jawa, baik, penjelasan detail banget, USG nya lamaaa banget, sampai2 ngitungnya diulang, teliti bangetlah, sebenernya cocok sama dokter ini tapi karena pinginnya Obgyn cewe, yasudah kali itu cuma mau memastikan bahwa si baby di perut baik2 saja dan tidak terganggu dengan batuk saya. Dan terbukti lah, KMC sangat-sangat RUM, saya yang batuk aja ga dikasih obat lho! cuma disuruh istirahat dan makan2an bergizi, banyakin buah. Padahal kalo ke dokter yang di klinik deket rumah pasti saya udah dikasih obat plus antibiotik seplastik. ckckck... *mulai saat itu saya belajar menjadi pasien yang rasional pula*
Tapi dokter Kartiwa pesan kalo batuknya dalam seminggu kedepan belum sembuh juga dan masih berdahak atau dahaknya berwarna kuning kehiijauan, minum OBH aja, aman buat ibu hamil katanya. Untunglah setelah istirahat cukup dan menggempur diri makan banyak buah, saya ga perlu lagi minum OBH. hahaha... *gak mau banget minum obat saat hamil biar dikata aman*
Vitamin : lanjut seperti bulan sebelumnya.

4. Bulan keempat akhirnya bertemu juga dengan dokter incaran, dr. Diah Sartika Sari, SpOG.
Karena selalu full schedule untuk bs kontrol sama beliau, di bulan keempat saya jauh2 hari udah booking duluan untuk kontrol dengan beliau.
Kesan: dokter cewe, detail dalam menerangkan maupun saat USG, dan mau menjawan pertanyaan pasien tanpa diburu2 waktu atau dikejar antrian, dan memang hal inilah salah satu kenyamanan di KMC, rata2 dokternya walaupun antri pasien banyak, mereka tidak membatasi waktu konsultasi pasien, dan para dokternya bahkan memberikan nomor hp, pin BB dan pasien dapat menghubungi mereka untuk bertanya bahkan sms sekalipun akan dibalas. Overall, saya menjatuhkan pilihan untuk rutin ke dokter Diah.
Vitamin: Prenatin dan CAL-95 Tablet

Nah, dibulan Juli ini sepertinya ada kenaikan biaya konsultasi di KMC, dengan rician sbb:

Sebelumnya:
Biaya periksa dokter sekali visit, belum termasuk obat/vitamin :
- Konsul Obgyn : Rp.225.000,-
- USG 2D Tanpa Print : Rp. 99.000,-
Total biaya periksa : Rp. 324.000,-

Per Juli 2012, dikenakan harga sbb (belum termasuk obat/vitamin):
- Konsul Obgyn : Rp. 300.000,-
- USG 2D Tanpa Print : Rp.115.000,-
Total biaya periksa : Rp. 415.000,-

5. Bulan Kelima, tetap dengan dokter Diah :)
Karena saya punya masalah dengan HB yang rendah, beliau wanti2 agar saya banyak makan daging merah, buah bit, dan nutrisi2 yang dapat menaikan kadar HB. Suplemen yang diberikan yaitu maltofer.

6. Bulan Keenam, dr. Shirley Anggraini T., SpOG
Nah, karena pada bulan ini dokter Diah sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci, kemudian ybs mengalihkan atau merekomendasikan pasiennya untuk melanjutkan kontrol ke dokter Ridwan atau dokter Shirley.
Kesan dengan dokter Shirley : kurang lebih sama lah seperti dokter Diah, tapi mungkin karena waktu itu saya dapat giliran terakhir (jam 9 malam), jadi terkesan cepat kontrolnya. Ohya, waktu itu dokter Shirley menyatakan bahwa plasenta saya sedikit turun, *tweng* antara cemas, was-was, tapi untungnya saya tetap berpikiran positif bahwa semua akan baik baik saja. Tapi dokter Shirley menyatakan bahwa posisi ini masih bisa bergeser ke atas karena umur kandungan masih belum memasuki trimester tiga.
Dokter shirley menyarankan untuk melanjutkan cek Lab saya terkait pantauan HB saya yang masih rendah, untuk tes kadar Feritin.

7. Bulan ketujuh sampai dengan Melahirkan baby Alysa saya kontrol dengan dokter Diah. 
Alhamdulillah bulan demi bulan hingga melahirkan, masalah-masalah seputar kehamilan seperti Hb rendah, zat besi kurang, plasenta turun lambat laun membaik dan bisa teratasi.
Thanks to dokter Diah yang sudah membantu melahirkan putri kecil kami dengan sehat dan selamat :-)





A Story of My Pregnancy

Berhubung lagi senggang karena baby Alysa lagi bobok, kesempatan buat tulis review kehamilan baby Alysa kemarin. Hehe..

Kehamilan adalah sesuatu yang dinantikan oleh setiap pasangan pastinya, Dan hal tersebut pula yang kami alami, hahaha untuk akhirnya bisa melihat tanda (+) di test pack.. *itu artinya ga cuma sekali nyoba, kali pertama dan kedua test masih negatif atau garis merahnya cuma satu, setelah sedikit pasrah,, yasudahlah.. yang ketiga kalinya muncul dua buah garis merah di test pack, walaupun saat itu sempat ragu juga karena garis yang satu lagi samar-samar.

Yasudahlah ya.. perasaan waktu itu curious bgt, ini hamil atau engga ya... tapi karena takut kecewa kalo terlalu ngarep2.. akhirnya mencoba biasa aja.. trus mulai deh hari itu cari-cari review obgyn (dokter kandungan) yang recommended di wilayah jakarta selatan dan kalo bisa ga jauh2 dari rumah, biar kalo mau kontrol nantinya ga sulit, wekeke..

Akhirnya menentukan pilihan pada salah satu obgyn perempuan yg menurut informasi dari referensi-referensi yang saya baca, ini dokter tuh dokter kandungan yang bagus (pro normal, RUM alias Rational Use Medicine, sabar, dan terutama "perempuan"), incaran tertuju pada dokter kandungan/obgyn perempuan di KMC (Kemang Medical Care), yaitu dokter Diah Sartika Sari, SPOG atau dr.Shirley, SPOG. Tapi ya, yang cukup mengecewakan waktu itu, kesempatan pertama untuk cek kehamilan dengan dua dokter incaran ini pupus karena waktu saya telpon, jadwal mereka full sampai minggu depannya. *Pelajaran, untuk yang mau cek, booking dulu at least seminggu sebelumnya, karena KMC menerapkan kebijakan visitor pasien per jadwal praktek ga banyak, dibatesin banget cuma 10-15 orang kali ya, jadi si pasien dan dokternya ga terburu2, kalo pasiennya cerewet nanya ini itu bisa lama2 deh konsul sama dokternya* :D

Setelah timbang menimbang, akhirnya saya putuskan bersabar juga untuk nunggu minggu depan supaya bisa ke dokter Diah, tapiiiiii hiiiks waktu itu, tepatnya beberapa hari setelah test pack ada dua garis, perut tiba2 kaya keram sakit banget rasanya.. akhirnya karena was-was takut kenapa-kenapa, saya ga jadi nungguin kontrol ke dokter Diah, mau ke dokter kandungan siapa aja deh, cowo juga ga apa2 asal tahu kenapa sebab kram perutnya dan memastikan semua baik-baik saja. Tapi tetep.. rumah sakitnya harus KMC karena udah ngincer disitu, many people said that this Woman and Children Hospital have a very good system and recommended bgt lah, walaupun ga sedikit juga yang bilang tarifnya sedikit di atas rumah sakit lainnya. (Kalo buat saya, bukan sedikit,, tapii lumayan mahal) *dasar emak-emak perhitungan :D

Finally, cek up pertama sama dokter Ridwan, SPOG. (ga jarang juga di milis ibu2 hamil yang ngebahas dan muji niy dokter, katanya good looking dan sabar bgt). Well, yeah.. kesan saya sama dokter Ridwan, hmm... oke siy, penjelasan akurat, bahkan akurat banget, tapiiii karena dia obgyn cowo.. *coret* untuk kunjungan berikutnya. Untuk kunjungan pertama, diagnosa dia waktu itu kehamilan saya baru 4 minggu si jabang baby belom kelihatan, trus dikasih vitaminnya folavit dan suplemen penguat rahim. Waktu itu (Mei 2012) biaya dokter plus obat totalnya hampir Rp.700.000,- 

20 Januari 2013

Belanja Kebutuhan Bayi

Bagi seorang bumil yang sudah masuk trimester 3, belanja kebutuhan bayi mulai dari popok dan lainnya adalah hal yang sangat menyenangkan. Dan begitu pula dengan saya, belanja kebutuhan bayi mulanya dicicil karena terkadang barang yang diinginkan ga ada di satu tempat, sementara waktu saya dan mas cuma bisa di waktu libur di hari Sabtu atau Minggu saja, itupun kalau di hari tersebut lagi gak ada acara kondangan, acara keluarga. *dan nunggu awal bulan tentunya :D* Jadi akhirnya kebutuhan bayi baru dilengkapi mendekati kelahiran putri kami Alysa.

Pertama kali belanja saat udah tujuh bulan lebih di Jungle Baby Shop ITC Kuningan, kebetulan saat itu ditemani eyangnya Alysa a.k.a ibu mertua saya, barang-barang yang dibeli ga banyak, diataranya perlak bayi karet, bedong bayi (ini dia favorit saya, merk nya NARY, bahan kainnya katun, cepet kering), gurita ibu, handuk bayi, sapu tangan bayi (untuk lap kalo gumoh), waslap, dan Jumper yang 0-3 month (habis itu nyesel, kenapa ga beli yg di atas usia itu).

Belanja kedua pas udah 8 bulanan di Pasar Minggu, niatnya cari yang deket rumah soalnya. Yang dibeli baju lengan panjang, baju lengan pendek,celana pop, celana panjang, celana panjang tutup kaki, bedong bayi, gurita bayi (syarat aja). Dan ternyata beda tempat beda juga barangnya...hehe.. untuk merk2 tertentu yang saya cari ternyata di Pasar Minggu ga ada, beda segmentasinya mungkin ya.
Belanja ketiganya di Matahari Pejaten Village, barang yang dibeli kasur bayi yang bisa dilipat dan ada bantal gulingnya, Tas Bayi, Selimut Bayi, saya ambil yang merk Kuma-Kuma karena kebetulan lagi diskon.. *lagi-lagi ibu-ibu ngirit* Hahaha,, Ya iyalah, kalau ada yg diskonan dan barangnya cocok, kenapa harus beli yang harganya Full. Untuk pembelian tersebut, saya dapet bonus bantal plus guling sepasang, Yeaay lumayan buat ganti-ganti.

Belanja keempat di OCha Baby Shop ITC Kuningan juga, banyak yang bilang antara Ocha dan Jungle Baby Shop harganya miring, ada yang bilang murahan Ocha, ada yang bilang murahan Jungle, tapi menurut saya kedua toko tersebut hmm.. mungkin ada barang tertentu yang murah di Ocha contohnya Breast Pump, tapi ada barang lain yang murah di Jungle. Di Ocha, saya beli Carter Baby Bather, Breast Pump yang Pigeon (karena temen2 saya pakenya itu), alas ompol, handuk mandi lagi, singlet bayi dan yang ukuran S, baju kutung, bantal menyusui, bak mandi bayi yang puku-puku, paket gunting kuku bayi Tomee Tepee, maternity pad, breast pad. Dan di toko ini suami tertarik dengan baby stroller yang merk Peg Perego, tapi karena belanjaan kami sudah banyak takut ga bisa bawa turun ke parkiran jadilah strollernya belakangan aja.

Belanja Kelima di ITC Kuningan juga
Sengaja kesana cuma mau beli Baby Bouncer dari newborn sampai toddler. Niatnya pingin fisher price tapi ternyata harganya di luar perkiraan dan jauh dari harga toko online, kalau di toko online atau di kaskus harga fisher price cuma kisaran Rp.450.000,- tapi kenapa di Toko malah dihargai Rp.750.000 ya? kata mas-mas pelayan tokonya siy ini yang asli. Kalo gitu, emang ada yang palsu ya? hmmm... akhirnya saya beli yang merk Elf aja, seharga Rp.450.000,- 


14 Februari 2012

Dilema Menentukan Rias Pengantin

Lama banget ga nulis di mari :p
Mau melanjutkan review tentang survey persiapan pernikahan ga punya waktu, hehe *sok sibuk*.

Yah.. overall kami puas dengan pilihan kami memilih PS (Puspita Sawargi) di acara kami. Review ini engga bersifat subjektif lho.. karena banyak tamu yang nanyain , catering-nya apa, katanya makanannya enak, dekornya lumayan, riasannya juga bagus.

Yang pasti, makanan gak kurang! (dengan catatan kita jujur dengan marketing-nya berapa jumlah undangan yg kita undang, dan memang permintaan keluarga mendingan makanan kelebihan daripada kurang, kan kasian sama tamu-nya kalo ga kedapetan makan). Malah pas balik masih bisa bungkus makanan prasmanan lho.

Ini dekor pelaminan hasil request saya dan mas (request warna bunga, penambahan sepasang wayang dan lampu di samping pelaminan, dan kain yang menjadi layar di belakang pelaminan karena kita sengaja ga mau pake tanaman seperti bamboo atau palm),, walaupun pada akhirnya ga semuanya request terpenuhi, kurang puasnya sama tanaman2 yang ada di depan pelaminan, tapi yasudahlah menurut saya lumayan.
Nah berhubung kali ini bahasannya adalah seputar menentukan Rias Pengantin yang mau dipake pas acara kemarin, langsung aja deh bahas riasan. Untuk rekanan catering, ada sekitar 5 vendor sanggar/perias, dan salah satunya famous di kalangan capeng yaitu Miarosa. Setelah *lagi-lagi baca review by googling dan tanya sana-sini*, konsul ke marketing Puspita-nya, mostly recommend ke Miarosa daripada beberapa perias lainnya, perlu diketahui vendor rias PS yang lain juga bagus ko, ada Sanggar Putri Yusman, trus RMVR (Roemah Manten Veni Rahman) juga..

Untuk masalah yang satu ini agak ribet juga sampe akhirnya mutusin mau pake apa, banyak faktor yang turut berkontribusi dalam penentuan pilihan misalnya, dan utamanya adalah koleksi/persediaan kebaya sanggar yg akan kita pake itu punya stock sama tema acara kita atau engga. Dan... setelah datengin satu-satu tuh vendor rias yang notabenenya lumayan jauh jaraknya dari rumah.. *yeaaah it's struggle* saya dan mas ga menjatuhkan pilihan pada ketiga vendor tadi. Awalnya siy mau Miarosa, even harus nambah sekitar 1.5-2 juta dari harga paketan rias, tapi pas ke sana ternyata kebaya yang ada (warna pink atau ungu-nya) ga sesuai sama keinginan, intinya kurang sreg sama kebayanya doang.. kalo masalah jam terbang dia masalah rias merias, gak diraguin lagi kayaknya.

And finally, pilihan kami jatuh pada Red berry dan pilihan ini bukanlah rekanan dari PS. Akhirnya pembayaran paket dikurangin harga paket rias pengantin, trus bayar sendiri ke rias pengantin yang kita tunjuk. Alasan milih Red berry karena setelah bimbang menentukan mau pake apa, setelah dipikir2 koleksi kebaya pengantin plus among2nya yang match sama tema yang saya pilih ya Red Berry. Udah jatuh cinta sama koleksi kebaya-kebaya-nya teh Ernia soalnya :D

Thank you so much deh ke teh Ernia yang udah berhasil membuat penampilanku manglingi banget *kata orang* hahaha.. pokonya PUAS deh :D (untuk Red Berry ini, lokasi salonnya ada di Thamrin City).


-Me and my husband-



01 Februari 2012

Penentuan Catering

Setelah menentukan Gedung pernikahan, book gedung pada tanggal yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah menentukan catering apa yang akan dipakai di acara kita. Catering is the most important thing at the wedding. Kenapa catering itu penting? yah karena makanan itu sangat..sangat menentukan bagaimana pendapat keseluruhan tentang acara yang kita selenggarakan. Kalopun misalnya, dekor OKe, Rias Oke dan memakai gedung yang super duper Oke taapiii makanan yang disajikan ga enak dilidah, maka penilaian secara keseluruhan pesta yang kita selenggarakan juga akan jatuh. well, that's my opinion, bisa bener bisa engga... tergantung sudut pandang anda :)

Dan, dalam penentuan catering ini, struggle-nya gak gampang lho.. saya dan suami alhamdulillah sama-sama cocok dari sisi karakter dalam mengambil keputusan soal catering, yaitu; "tidak gampang menjatuhkan pilihan". Yang artinya, kami berdua sangat selektif dalam pemilihan catering yang nantinya akan kami pakai.

Hal-hal yang menjadi pertimbangan kami ketika memutuskan catering adalah:

1. Catering adalah rekanan gedung yang saya pilih,
2. Catering tersebut sudah menyediakan paket pernikahan. (include: decoration, wedding make up, entertainment, mc, dll)
3. Catering yang akan kami pilih memiliki track record atau testimoni yang baik di kalangan konsumennya, nah... ini bisa kita lihat hasil review-nya di site weddingku.com, biasanya di situ banyak review tentang catering2 di ibukota.

Setelah mempersempit lingkup catering yang akan kami jadikan objek penelitian (Gaya bangett!!) :D, lalu langkah selanjutnya adalah: melakukan contact baik melalui e-mail atau telepon langsung ke marketing catering2 tadi untuk meminta daftar penawaran harga di gedung pilihan kita dengan jumlah orang yang kita tentukan, misal: 500 undangan untuk 1000 undangan.

Berikutnya, setelah banyak penawaran harga yang kita terima, kita kumpulkan jadi satu dan langkah selanjutnya adalah membandingkan :-) *ribet banget yak..

Target test food saya fokuskan pada catering yang memiliki reputasi bagus, pelayanan oke, testimoni dari konsumen positif dan harga on budget. *kan percuma kalo posotif semua tapi harga ga on budget :p 


Dalam menentukan catering dan menentukan target yang akan masuk dalam opsi pilihan, kami menggali-gali informasi, informasi banyak kami dapatkan melalui mbah Google..hehehe dan mengikuti serta rajin membaca WF (Weddingku forum), untuk regional Jakarta semua bahasan ada di sini, tinggal baca dan ikuti thread nya aja : http://discussion.weddingku.com/discussioncity.asp?zona=JKT

Survey pertama saya jatuh kepada Chikal catering service, di mana waktu itu saya langsung datang ke lokasi chikal untuk meminta penawaran harga dan meminta gambaran detail. Kenapa ke Chikal? karena sebelumnya mas pernah datang ke event pernikahan temannya di gedung Patra Jasa dan saat itu Chikal lah yg menjadi vendor-nya. Dan menurut mas, makanan, dekorasi dan harga waktu itu oke. Saat itu owner dari chikal sndiri (lupa namanya bu siapa) yang langsung memberikan gambaran dan penawaran harga, beliau menekankan untuk kuantitas makanan, cateringnya bisa menjamin tidak akan kurang, asal kita jujur menyatakan berapa orang yg kita undang. Ohya, kalo ga salah suami-nya sendiri lho yg handle dekor-nya, jadi ga perlu khawatir bila ada miss undertanding antara CP dengan vendor tentang pesanan dekorasi yang diinginkan.

Test Food di Chikal, untuk test food saya datang ke Gedung Makarti Kalibata, waktu itu acaranya Sabtu siang dan chikal yg menjadi vendor nya.. hasil penilaian: dimsumnya oke, zuppa soup lumayan,puddingnya standar, dekorasi nya hmmm... kayaknya jadi pertimbangan ulang deh untuk kami memilih catering ini, reaksi calon ibu mertua waktu itu ketika kami ajak untuk TF ini ekspresinya datar dan terbaca dari wajahnya "kurang puas".

Okey... Selanjutnya adalah Permata Catering.
Kebetulan waktu itu datang di wedding yang juga diselenggarakan di gedung pilihan kami "ANTAM". Kesan yang kami tangkap: karena waktu itu nuansanya Sumatera Barat, kami menilai dekorasinya rame dan baguuuus 85 deh scorenya, walaupun kami ga sempet cicip2 makanan.

Di gedung Cawang Kencana, kami sengaja datang malem minggu untuk Test Food catering yg cukup familiar juga di telinga yaitu: "Sawargi Catering"

Ohya, Sawargi dan Puspita Sawargi itu catering yang berbeda lho.. awalnya saya kira sama, karena keduanya berlokasi di bilangan bekasi sana.. setelah datang sendiri dan tanya2 marketingnya ternyata Beda!
Kenapa sawargi? karena keluarga saya pernah memakai catering ini di acara pernikahan sepupu saya di gedung BKKBN Halim tahun 2010 lalu dan keluarga saya bilang rasanya oke ko.. jd saya test food lah di Cawang Kencana ini. hasilnya: kurang sreg sama dekornya-apa karena saat itu temanya internasional ya? layar backgroundnya tampak ga matching.. makanannya secara garis besar enak..

Puspita Sawargi.. dan jreng..jreng...jreng setelah beberapa kali TF di tiap acara nya Puspita Sawargi, kami sepakat memutuskan untuk memakai catering ini. Dengan pertimbangan: rasa hampir di setiap menu makanan "OKE", bakso malang-nya uenak, zuppa soup-nya juga, dekornya baik dekor makanan, maupun dekor pelaminan juga oke lho..walapun paketan. Dari acara ke acara, rasa makanan catering ini stabil.

27 Januari 2012

Finally Menikah Juga

Hollaaaa....


Udah lama ga update nulis di sini nih... maklum, sibuk persiapan pernikahan :))

Alhamdulillah, 31-12-2011 lalu akhirnya saya dan mas melangsungkan pernikahan kami. Akad nikah dan resepsi di pihak keluarga saya (keluarga mempelai perempuan) telah dengan khidmat dilaksanakan di kota kelahiran saya, di Metro Lampung. Dan resepsi unduh mantu (keluarga mempelai laki2) dilaksanakan di Jakarta, untuk tempat kami memilih di Gedung Antam (aneka tambang) JL.TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Waktunya me-review persiapan pernikahan kami lalu.. *ceritanya back to past nih :P (maklum kemarin2 pas lagi persiapan ga sempet buat tulisan) hehehe
Fokus review yang saya buat lebih ke resepsi di Jakarta, karena berhubung saya tinggal dan kerja di Jakarta waktu saya lebih banyak membantu persiapan resepsi di Jakarta, ketimbang yang diadakan di Lampung.

Poin-poin yang mau saya tuliskan, diantaranya adalah hal-hal yang menjadi perhatian bagi CP (calon pengantin) yang akan mengadakan resepsi pernikahan, yaitu:

1. Gedung atau tempat resepsi dilangsungkan.
Gedung merupakan poin penting yang wajib kita perhitungkan sebelum kita akan menentukan kapan pernikahan dilangsungkan, karena mengingat di Jakarta untuk gedung-gedung favorit kita harus mengantri untuk bisa menyelenggarakan resepsi di gedung yang kita inginkan tersebut. Gedung favorit dalam pengertian saya di atas maksudnya adalah gedung yang banyak diminati CP  pada umumnya, bisa disebabkan faktor interior gedung tersebut, luas gedung, kenyamanan parkir tamu, lokasi gedung yang strategis, dan harga yang masuk akal. Jadi, pastikan dulu anda mau di gedung mana, tanyakan pada pihak pengelola gedung tanggal sekian masih kosong atau tidak? bila jawabannya tidak, maka pilihan yang anda punya adalah mencari gedung lain atau memundurkan har pernikahan anda. Hehehe.. ribet yah.. :p

Pengalaman saya dan suami, kami mendapatkan gedung Antam itu dengan pertimbangan lokasi yang strategis (dekat pintu tol), angkutan umum pun tersedia/dilewati, dekat dengan rumah keluarga suami (mertua) jadi koordinasi lebih mudah, kemudia, tempat atau kapasitas gedung untuk 1000 orang atau 500 undangan (sesuai dengan rencana), kemudian interior dan kondisi gedung terawat dengan baik, ada karpetnya (saya anggap, pesta dengan karpet lebih elegan daripada yang tidak, hehe itu anggapan saya lho) hehe. Dan untuk mendapatkan gedung Antam, kami telah memesan atau booking dan membayar DP sejak 8 bulan sebelum acara dilangsungkan. Cukup lama bukan? :D

Tapi 8 bulan itu belum lama bila dibandingkan dengan Gedung Departemen Pertanian yang sudah full ketika kami menanyakan ke pihak pengelola Deptan, jadwal sudah terisi hingga satu tahun 2 bulan ke depan. WAW! Hal ini wajar dan sangat masuk akal mengingat biaya sewa gedung di Deptan yang harganya terjangkau bila dibandingkan dengan Gedung yang lain, dan kapasitas juga 1000 orang, lokasi juga strategis, jadi wajar-wajar saja bila banyak yang berminat atau mengantri untuk gedung tersebut.

Ketika akan memilih gedung, hal yang perlu kita pertimbangkan adalah pihak rekanan-rekanan vendor dari gedung tersebut. Mengapa harus rekanan? karena misalnya kita telah memilih gedung X, dan sebelumnya kita telah memilih vendor A untuk paket atau catering pernikahan kita, namun vendor A ini bukan rekanan gedung X tadi, maka anda harus membayar charge untuk itu. Oleh karena itu untuk menghindari tambahan-tambahan biaya atau charge gedung, pilih vendor yang menjadi rekanan gedung yang anda pilih. Atau bisa juga dibalik, bila anda sudah fanatik terhadap vendor pernikahan B, maka langkah anda adalah pilih gedung yang menjadi rekanan vendor B tersebut.

*Vendor yang saya maksudkan bisa berupa catering, rias pengantin, dekorasi, hiburan atau paket pernikahan.
 
2. Catering

3. Rias Pengantin

4. Tempat Menjahit Kebaya

5. Cetak Undangan

6. Souvenir